SITUS KAHYANGAN API

No reg. : 65/BJG/2013 (Belum ditetapkan Cagar Budaya)Situs Kayangan Api berada di areal Perhutani Unit I Jawa Timur petak 129c, luas kawasan 3,4 Ha, RPH Soko, BPKPH Tengger dan KPH Bojonegoro. Disebut dengan nama kayangan api tidak lain adalah karena di tempat ini muncul sumber api yang tidak bisa padam. Kayangan Api merupakan obyek wisata andalan di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di tengah hutan jati, tepatnya di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Dalam cerita, Kayangan Api terkenal dengan legenda Mpu Kriyo Kusumo atau dikenal juga dengan nama Mpu Supo, seorang ahli pembuat alat pertanian dan pusaka pada masa Kerajaan Majapahit. Dikisahkan setelah bertahun-tahun menempa besi, Mpu Kriyo Kusumo pergi ke tengah hutan untuk bertapa dan tirakat dengan membawa api dan menyalakannya di bebatuan, tepat di sebelah tempatnya bersemedi. Api itulah yang menyala hingga saat ini dan menjadi cikal bakal Kayangan Api di Kota Bojonegoro. Dalam membuat senjata/pusaka, Mpu Kriyo Kusumo selalu bersemedi untuk meminta petunjuk kepada Sang Hyang Widhi sebelum di atas api, agar senjata yang dibuat tidak hanya unggul I medan perang namun juga mempunyai kesaktian yang luar biasa. Salah satu keris yang dibuat oleh Mpu Kriyo Kusumo adalah “KERIS JANGKUNG LUK TELU BLONG POK GONJO”. Secara ilmu geologi, fenomena api abadi di Kayangan Api merupakan bocoran gas alam yang keluar melalui rekahan (zona lemah) yang terbentuk karena patahan turun sehingga kandungan gas alam yang cukup besar akan menerobos dan bergesekan dengan batuan yang mengandung belerang, sehingga menghasilkan api yang terus menyala sepanjang waktu. Lokasi Kayangan Api berada pada formasi batuan lidah yang terdiri dari batu lempung, batu pasir, dan batu gamping yang berumur 2,9 juta tahun yang lalu. Terbentuknya Kayangan Api diperkirakan sama dengan usia formasi batuan lidah karena proses yang terbentuk berada di rentang zona waktu geologi pliosen akhir.

Lokasi

Beranda
Lokasi
Jenis
Statistik
Cari