KAWASAN PELABUHAN BOOM

Kawasan Pelabuhan Boom
Kawasan Pelabuhan Boom berada di Desa Sawahmulya Kecamatan Sangkapura. Berjarak 1 KM sebelah Selatan alun-alun Sangkapura. Sisi utara berbatasan dengan pemukiman warga Dusun Boom. Pada sisi Timur berbatasan dengan pemukiman warga Dusun Pacinan dan Karang Benjheng. Sisi Selatan dibatasi oleh Karang Tengah. Sedangkan sisi Barat berbatasan dengan pemukiman warga Dusun Boom dan Karang Delem.
Pelabuhan Boom bisa diakses melalui jalur laut, dengan menaiki kapal dari pelabuhan Gresik untuk menyebrang ke pulau Bawean. Kemudian dilanjutkan dengan jalur yang bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor sejauh sekitar 2 km dari pelabuhan Bawean.
Koordinat : 5°51’11.2″S 112°39’26.2″E
Bangunan Cagar Budaya ini telah ditetapkan Peringkat Provinsi berdasarkan SK 188/ /KPTS/013/2019.

Bangunan Pesanggrahan

I. Pelabuhan Boom :
• Sisa struktur ini memiliki panjang 2 m berbentuk balok dari material koral sebanyak 8 susun tanpa spesi.
• Sisa struktur selanjutnya ditemukan pada titik 167 m dari pintu masuk sepanjang 4 m. Pada titik 239 m sebelah timur setelah pintu masuk, terdapat struktur dermaga sepanjang 30 m.
• sepasang struktur dermaga berbahan besi dengan 2 tiang pancang.

  1. Dam Pemecah Ombak
    Struktur ini berada pada jarak 300 meter Selatan Pelabuhan Boom.
    • Struktur ini berupa susunan batu karang (koral) pipih berbentuk balok berwarna putih sepanjang 400 m dan tinggi 170 m.
  2. Kompleks Pesanggrahan
    Pesanggrahan terletak di sisi Utara jalan lingkar Bawean yang berdekatan dengan struktur Pelabuhan Boom. Pesanggrahan memiliki luas 440,185 m2 (p = 24,36 m; l = 18,07 m) dan tinggi plafon 4,11m.
    Sejarah
    Raja terakhir Madura adalah Tjakraningrat IV dari Bangkalan. Pada tahun itu VOC menduduki pulau ini dan memerintahnya lewat seorang prefect. Kemudian sesudah pulihnya pemerintah Belanda yang menyusul pemerintahan sementara oleh Inggeris, Pulau Bawean menjadi sebuah ke-asistenresidenan yang terpisah dibawah Surabaya, kemudian digabungkan dengan afdeling Gresik dibawah seorang kontrolir, sejak tahun 1920 sampai tahun 1965 menjadi Kawedanan. Bangunan peninggalan kolonial di sekitar Pelabuhan Boom, yakni Pesanggrahan dan Dam Pemecah Ombak adalah bukti bahwa pulau tersebut dinilai ekonomis untuk investasi Belanda. Hal tersebut terkait dengan nilai strategis Pulau Bawean dalam lintas perdagangan.
    Keunikan
    Bangunan Pesanggrahan memiliki bergaya arsitektur indies (Indische Woonhuis). Ciri khas arsitektur indies terlihat dari bentuk denah yang simetris.
    Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pelabuhan Boom adalah saat pertengahan bulan ketika air laut tidak pasang. Dan dianjurkan untuk melakukan perjalanan saat pagi hari dikarenakan waktu tempuh yang cukup lama terutama saat menyebrang dari Gresik ke Bawean.
    Biaya;
    • Akomodasi kapal penyebrangan Rp.61.000-Rp.212.000.
    • Tiket Masuk Ke Pelabuhan Boom Gratis.
    Pengelolaan:
    Pelabuhan Boom : Dirjen Hubla (UPP Bawean)
    Dam Pemecah Ombak : –
    Pesanggrahan : Pemkab Gresik

LOKASI

Beranda
Lokasi
Jenis
Statistik
Cari